• WWT UNTUK BELAJAR TATA SURYA

    0

     


    alamat web: http://wwt.belajar.kemdikbud.go.id/?_ga=2.45383460.1650537947.1563960854-1424105606.1560151870

    Dalam web ini terdapat banyak fasilitas antara lain Constellations yang menunjukan rasi bintang, solar system yang menunjukan tata surya, sky surveys, spitzer studies, chandra studies, hubble studies, astrophotography dan lain lain.
    Dalam web ini saya menjelajahi banyak hal salah satunya mencari tempat tinggal saya dan teman teman. pengalaman tersebut sangat berharga bagi saya karena dapat mengetahui website yang berguna seperti ini. website ini berguna sekali bagi pelajar maupun umum untuk mengetahui isi tata surya. sekian pengalaman saya untuk website ini menurut saya sangat berguna terimakasih. 



  • KOMET HALLEY

    0

     

    Komet Halley

    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
    1P/Halley (Komet Halley)
    Gambar komet Halley
    Penemuan
    Ditemukan oleh:prehistoric (observation)
    Edmond Halley
    Ditemukan tanggal:1758
    Karakteristik orbit A
    Epos:2449400,5
    (17 Februari 1994)
    Aphelion:35,1 SA
    (9 Desember 2023)[1]
    Perihelion:0,586 SA
    Sumbu semi-mayor:17,8 SA
    Eksentrisitas orbit:0,967
    Periode orbit:75.3 a[2]
    Inklinasi:162.3°
    Perihelion terakhir:9 Februari 1986
    Perihelion yang akan datang:28 Juli 2061[1]

    Komet Halley adalah komet yang terlihat dari bumi setiap 75-76 tahun. Secara resmi diberi nama 1P/Halley, nama umumnya diberikan menurut nama Edmund Halley. Komet ini merupakan komet paling terkenal di antara komet-komet periodik lainnya. Walaupun pada setiap abad banyak komet berperiode panjang yang muncul dengan lebih terang dan dahsyat, Halley adalah satu-satunya komet dengan periode pendek yang dapat dilihat dengan mata telanjang, dan dipastikan kembali dalam rentang umur manusia pada umumnya. Kemunculannya sepanjang sejarah memiliki pengaruh yang besar terhadap sejarah manusia, walaupun penampakannya tidak dikenali sebagai objek yang sama sampai abad ke-17. Dan sejumlah bukti baru menunjukkan bahwa peristiwa langit yang telah disaksikan orang Yunani kuno, kemungkinan merupakan penampakan awal komet Halley.[3] Dijelaskan, sebuah meteor raksasa telah menghantam Yunani antara 466 SM dan 467 SMKomet Halley terlihat selama hampir 80 hari pada 466 SM, para peneliti menulisnya dalam jurnal kosmologi.[3] Menurut laporan New Scientist, hingga kini, awal terlihatnya komet tersebut adalah saat mengorbit pada 240 SM, sebuah peristiwa yang dicatat oleh para astronom Tiongkok kuno.[3] Komet Halley terakhir muncul di tata surya pada tahun 1986, dan akan muncul kembali pada pertengahan 2061.

    youtube:https://youtu.be/WGQnm-Ov9h8

  • meteor

    0

    Meteor

    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
    Foto langit disaat terjadi hujan meteor.

    Meteor adalah penampakan jalur jatuhnya meteoroid ke atmosfer bumi, lazim disebut sebagai bintang jatuh. Penampakan tersebut disebabkan oleh panas yang dihasilkan oleh tekanan rpm (bukan oleh gesekan, sebagaimana anggapan umum sebelum ini) pada saat meteoroid memasuki atmosfer. Meteor yang sangat terang, lebih terang daripada penampakan Planet Mars, dapat disebut sebagai bolide.

    Jika suatu meteoroid tidak habis terbakar dalam perjalanannya di atmosfer dan mencapai permukaan bumi, benda yang dihasilkan disebut meteorit. Meteor yang menabrak bumi atau objek lain dapat membentuk sawah tabrakan.

    youtube:



  • ASTEROID

    0

     

    Asteroid 

    youtube: https://youtu.be/7PANHxuK5d8

    Asteroid, disebut juga planet minor atau planetoid, adalah benda berukuran lebih kecil daripada planet, tetapi lebih besar daripada meteoroid, umumnya terdapat di bagian dalam Tata Surya (lebih dalam dari orbit planet Neptunus). Asteroid berbeda dengan komet dari penampakan visualnya. Komet menampakkan koma ("ekor") sementara asteroid tidak. Istilah ini secara historis ditujukan untuk semua objek astronomis yang mengelilingi matahari dan setelah diobservasi tidak memiliki karakteristik komet aktif.

    Ada jutaan asteroid, yang menurut pemikiran banyak orang adalah sisa-sisa kehancuran planetisimal, material di dalam solar nebula matahari muda yang tidak pernah tumbuh besar untuk menjadi planet.[1] Mayoritas asteroid yang telah diketahui mengorbit pada sabuk asteroid di antara orbit Mars dan Jupiter atau berbagi orbit dengan Jupiter (Asteroid Troya Jupiter). Tetapi, terdapat keluarga orbit lainnya dengan populasi signifikan, termasuk asteroid dekat-Bumi. Asteroid individual diklasifikasikan berdasarkan karakteristik spektrum emisi mereka, dengan mayoritas terbagi menjadi tiga kelompok utama: tipe-C, tipe-M, dan tipe-S. Kelompok ini diberi nama dan umumnya diidentifikasi dari komposisi karbonlogam, dan silikat.

    Hanya satu asteroid, 4 Vesta, yang memiliki permukaan relatif reflektif, secara normal dapat dilihat dengan mata telanjang dan ini hanya pada langit yang sangat gelap dan posisinya memungkinkan. Asteroid-asteroid kecil yang melintas dekat dengan bumi jarang dapat dilihat dengan mata telanjang dalam waktu yang singkat.[2] Hingga April 2016, Pusat Planet Minor memiliki data lebih dari 1,3 juta objek di dalam dan luar Tata Surya, 750.000 di antaranya telah memiliki informasi yang cukup untuk penamaan bernomor.Asteroid yang pertama kali ditemukan adalah Ceres pada tahun 1801 oleh Giuseppe Piazzi dan pada awalnya dipertimbangkan sebagai planet baru.[note 1] Penemuan ini diikuti dengan penemuan benda-benda lainnya yang serupa, yang dengan peralatan saat itu, terlihat sebagai titik-titik cahaya, seperti bintang, menunjukkan cakram planet dalam bentuk kecil atau tidak ada sama sekali, meskipun secara mudah dapat dibedakan dari bintang karena gerakan mereka yang terlihat. Hal ini mendorong astronom Sir William Herschel untuk mengusulkan istilah "asteroid",[4] berasal dari bahasa Yunani, ἀστεροειδής asteroeidēs berarti 'seperti bintang, berbentuk bintang', dari bahasa Yunani Kuno, ἀστήρ astēr yang artinya 'bintang, planet'.

    Metode-metode historis[sunting | https://id.wikipedia.org/wiki/Asteroid]

    Metode-metode penemuan asteroid telah berkembang secara dramatis dalam dua abad terakhir.

    Pada beberapa tahun terakhir abad ke-18, Baron Franz Xaver von Zach mengorganisasi suatu kelompok terdiri atas 24 orang astronom mencari planet yang hilang pada jarak sekitar 2,8 au dari matahari berdasarkan hukum Titius-Bode karena hukum itu juga digunakan oleh Sir William Herschel untuk menemukan planet Uranus tahun 1781. Tugas ini membutuhkan grafik langit yang ditulis tangan berisi semua bintang pada sabuk zodiak hingga batas penglihatan yang disepakati. Malam berikutnya, langit akan dipetakan lagi seperti grafik sebelumnya dan diharapkan setiap objek yang bergerak akan terlihat. Gerakan planet hilang yang dicari sekitar 30 detik busur per jam secara mudah terlihat oleh pengamat.

    Gambar asteroid (Ceres dan Vesta) pertama dari Mars – dilihat dari Curiosity (20 April 2014).

    Objek pertama, Ceres, tidak ditemukan oleh anggota kelompok itu, tetapi lebih karena ketidaksengajaan tahun 1801 oleh Giuseppe Piazzi, direktur observatorium Palermo di Sisilia. Ia menemukan objek baru mirip bintang di Taurus dan mengikuti perpindahan objek ini selama beberapa malam. Kemudian pada tahun yang sama, Carl Friedrich Gauss menggunakan hasil observasi tersebut untuk menghitung orbit objek yang belum dikenal itu, yang diketahui berada di antara planet Mars dan Jupiter. Piazzi mengambil namanya dari Seres, dewi pertanian Romawi.

    Tiga asteroid lain, yaitu (2 Pallas3 Juno, dan 4 Vesta) ditemukan beberapa tahun kemudian. Vesta ditemukan tahun 1807. Setelah delapan tahun mencari tanpa hasil, sebagian besar astronom berpendapat bahwa tidak ada lagi objek baru dan tidak melanjutkan pencarian.

    Namun, Karl Ludwig Hencke bertahan dan mulai mencari asteroid lagi tahun 1830. Lima belas tahun kemudian, ia menemukan 5 Astraea, asteroid baru pertama dalam kurun waktu 38 tahun. Ia juga menemukan 6 Hebe kurang dari dua tahun kemudian. Setelah itu, astronom-astronom lain bergabung dalam pencarian dan sedikitnya satu asteroid baru ditemukan setiap tahun (kecuali dalam masa perang tahun 1945). Pemburu-pemburu asteroid ternama pada awal era ini adalah J. R. HindAnnibale de GasparisRobert LutherH. M. S. GoldschmidtJean ChacornacJames FergusonNorman Robert PogsonE. W. TempelJ. C. WatsonC. H. F. PetersA. BorrellyJ. PalisaHenry bersaudara, dan Auguste Charlois.

    Tahun 1891, Max Wolf merintis penggunaan astrofotografi untuk mendeteksi asteroid, yang terlihat sebagai garis-garis pendek pada pelat fotografis pajanan lama. Metode ini secara dramatis meningkatkan tingkat deteksi dibandingkan dengan metode-metode visual sebelumnya. Wolf sendiri menemukan 248 asteroid, dimulai dengan 323 Brucia, sedangkan hingga saat itu asteroid yang telah ditemukan baru berjumlah 300 lebih sedikit. Setelah diketahui bahwa masih banyak lagi, kebanyakan astronom tidak memedulikannya, menyebutnya "kutu langit",[5] sebuh frasa yang secara beragam dikaitkan dengan Eduard Suess[6] dan Edmund Weiss.[7] Bahkan hingga seabad kemudian, hanya beberapa ribu asteroid telah diidentifikasi, dinomori, dan diberi nama.

    sumber: DosenPendidikan.com

  • GERHANA

    0

    Pengertian Gerhana dan Jenis-jenis Gerhana

    kumparan.com
    29 September 2021 9:27
    ·
    sumber dari youtube: https://youtu.be/6ceW7ugIKMs
    Pengertian Gerhana dan Jenis-jenis Gerhana
    zoom-in-whitePerbesar
    Ilustrasi Pengertian Gerhana dan Jenis-jenis Gerhana. Sumber: pexels.com
    Gerak revolusi bumi dan bulan mengelilingi matahari menyebabkan terjadinya gerhana. Gerhana atau dalam bahasa Inggris disebut eclipse, adalah sebuah fenomena alam ketika suatu benda langit bergerak ke dalam bayangan benda langit lainnya. Dalam hal ini terjadi pada bulan, bumi, dan matahari. Ada dua jenis gerhana yang kita kenal, yaitu gerhana bulan dan gerhana matahari. Apakah pengertian dari kedua gerhana tersebut?
    Pengertian Gerhana dan Jenis-jenis Gerhana (1)
    zoom-in-whitePerbesar
    Ilustrasi Pengertian Gerhana dan Jenis-jenis Gerhana. Sumber: pexels.com

    Pengertian Gerhana Bulan dan Gerhana Ma

    Berikut ini adalah penjelasan mengenai pengertian gerhana bulan dan gerhana matahari berdasarkan buku IPA Terpadu SMP dan MTs Jilid 3B oleh Dr. Eng. Mikrajuddin Abdullah, M.Si, Drs. Saktiyono, M.Si, dan Drs. Lutfi (2007: 91-93).
    Gerhana Bulan
    Gerhana bulan terjadi pada saat bulan yang sedang dalam fase purnama masuk ke dalam bayangan bumi. Pada saat gerhana bulan, posisi bulan, bumi, dan matahari berada pada satu garis dan bulan terletak di belakang bumi. Pada mulanya bulan akan terlihat agak redup ketika masuk pada daerah penumbra. Bulan menjadi tidak tampak sama sekali saat memasuki daerah umbra. Peristiwa tersebut disebut sebagai gerhana bulan total.
    Saat masuk kembali ke dalam daerah penumbra, bulan muncul dalam keadaan redup. Gerhana berakhir ketika bulan keluar dari daerah penumbra. Gerhana bulan berlangsung cukup lama karena bayangan bumi cukup besar dan bisa mencapai 6 jam jika bulan melewati tengah bayangan.
    Ketika bulan hanya menyinggung bayangan penumbra, maka gerhana hanya berlangsung beberapa saat. Peristiwa ini disebut sebagai gerhana bulan sebagian.
    Gerhana Matahari
    Gerhana matahari berlangsung ketika bulan melintas di antara bumi dan matahari. Jika bumi, bulan, dan matahari tepat berada pada satu garis, maka bayangan bulan dapat menutup sebagian daerah di bumi. Ada dua macam bayangan bulan yaitu umbra dan penumbra.
    Berdasarkan buku Pasti Bisa Ilmu Pengetahuan Alam untuk SD/MI Kelas VI oleh Nunik Nurhidayati, Efrie Lestari, dan Toto S. (2018: 74-75), gerhana matahari terdiri dari tiga macam, yaitu gerhana matahari total, gerhana matahari sebagian, dan gerhana matahari cincin.
    • Gerhana matahari total terjadi saat permukaan bumi tertutup oleh bayangan umbra bulan. Gerhana ini terjadi pada daerah yang terkena umbra bulan.
    • Gerhana matahari sebagian terjadi ketika permukaan bumi tertutup oleh penumbra bulan. Pada saat gerhana matahari sebagian, masih ada bagian matahari yang bersinar terang. Gerhana matahari sebagian berlangsung lebih lama daripada gerhana matahari total.
    • Gerhana matahari cincin terjadi ketika bulan terletak pada titik terjauh dari bumi. Pada kedudukan ini, bumi hanya tertutup oleh perpanjangan umbra bulan. Daerah di permukaan bumi yang berada pada perpanjangan umbra bulan mengalami gerhana cincin. Pada daerah yang mengalaminya, matahari tampak bercahaya dalam bentuk cincin, sedangkan pada bagian tengahnya kabur.
    Pengertian Gerhana dan Jenis-jenis Gerhana (2)
    zoom-in-whitePerbesar
    Ilustrasi Pengertian Gerhana dan Jenis-jenis Gerhana. Sumber: unsplash.com
    Itulah penjelasan mengenai pengertian gerhana dan jenis-jenisnya, yaitu gerhana bulan dan gerhana matahari. Semoga penjelasan ini dapat menambah pengetahuan mengenai proses gerhana pada benda angkasa.
  • SISTEM TATA SURYA

    0

     

    Sistem Tata Surya: Definisi, Teori, Hingga Sistem Penyusunnya

    susunan sistem tata surya

    Written by https://www.gramedia.com/literasi/sistem-tata-surya/
    video tentang tata surya: https://youtu.be/oV_f_vAnfbk

    Gramedia Literasi – Tata Surya merupakan kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.

    Tata Surya terbagi menjadi

    1. Matahari,
    2. empat planet bagian dalam,
    3. sabuk asteroid,
    4. empat planet bagian luar, dan
    5. di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan piringan tersebar.

      Pengertian Tata Surya

      Tata Surya merupakan kumpulan benda langit yang terdiri atas Matahari dan semua objek yang berputar mengelilinginya, termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.Semua objek ini berputar di sekitar matahari karena adanya gaya tarik gravitasi. Tata surya sebagai sistem antariksa yang saling terikat gravitasi dimana terdapat matahari dan benda-benda langit yang mengitarinya secara langsung maupun tidak langsung. Dari sekian banyak benda langit yang mengitari matahari secara langsung, terdapat benda langit yang paling besar yang dinamakan dengan planet.

      Bulan merupakan benda langit yang mengitari matahari secara tidak langsung, bulan merupakan satelit alami planet yang mengitari planet. Terdapat delapan planet besar yang mengitari matahari dengan lebih dari 160 buah bulan yang sudah diketahui, 5 atau lebih planet katai (dwarf planet), serta jutaan asteroid dan komet. Secara bersama-sama, semua benda langit tersebut membentuk tata surya yang menempati ruang angkasa dengan diameter 15 triliun kilometer.

      Bagian yang terdekat dengan matahari adalah bagian sistem yang berbentuk piringan dimana seluruh planet berada pada bagian ini. Pada daerah yang lainnya yang jauh dari matahari, terdapat awan Oort, yakni daerah berbentuk bola yang menjadi tempat kedudukan komet.

      Definisi Terbentuknya Tata Surya Menurut Ahli

      1. Teori Planetesimal oleh Ahli Geologi Thomas C. Chamberlin (1843-1928) dan Astronom Forest R. Moulton (1872-1952)

      Menurut hasil penelitian para ahli ini tata surya terbentuk karena adanya benda langit lain yang lewat cukup dekat dengan matahari pada saat awal pembentukan matahari. Akibat dari kedekatan benda langit tersebut dengan matahari mengakibatkan adanya tonjolan pada permukaan matahari.

      Dengan adanya bantuan bintang yang dekat dengan matahari akan memberikan efek gravitasi sehingga terbentuknya dua lengan spiral yang memanjang pada matahari.  Setelah itu sebagian besar materi akan tertarik kembali, dan sebagian benda langit lainnya akan tetap di orbit akan mendingin dan memadat dan akan menjadi benda-benda berukuran kecil yang disebut dengan planetisimal.

      Beberapa benda planet lainnya yang berukuran besar disebut dengan proto planet. Dan objek-objek tersebut akan bertabrakan dari waktu ke waktu dan akan membentuk bulan dan planet dan sisa dari materi lainnya menjadi komet dan asteroid.

      2. Teori Awan Debu oleh Carl Von Weizsaeker (1940) dan Gerard P Kuiper (1950)

      Menurut hasil penelitian para ahli ini tata surya terbentuk dari gumpalan gas dan debu kemudian gumpalan awan mengalami penyumbatan dan pada proses penyumbatan tersebut partikel-partikel debu akan tertarik masuk ke bagian pusat awan membentuk gumpalan bola dan kemudian mulai terikat yang akan membentuk cakram yang tebal di bagian tengah dan bagian tepi nya yang tipis.

    6. 1. Matahari

      Matahari merupakan anggota penting dalam tata surya yang merupakan komponen utama dalam tata surya. Matahari juga disebut sebagai induk di dalam tata surya . Matahari memiliki ukuran sebesar 332.830 massa bumi.

      Dengan memiliki ukuran massa yang besar ini menimbulkan kepadatan inti yang besar agar bisa mendukung kesinambungan fusi nuklir dan menimbulkan sejumlah energi yang dahsyat. 

      Kemudian energi ini dipancarkan ke luar angkasa radiasi elektromagnetik dan termasuk spektrum magnetik. Matahari juga memiliki lapis lapisan-lapisan yaitu :

      • Bagian Inti Bagian inti adalah lapisan paling dalam pada matahari yang memiliki suhu 14 juta kelvin, dan inti core ini merupakan tempat terjadinya reaksi nuklir yang akan menghasilkan energi yang sangat besar.
      • Fotosfer adalah lapisan yang masih memiliki energi panas yang dahsyat yang suhunya sekitar 6000 kelvin yang memiliki ketebalan sekitar 300 km. Dan fotosfer merupakan bagian matahari yang dapat dilihat, namun kita tidak bisa selalu menatap matahari secara langsung karena dapat menimbulkan kerusakan mata.
      • Kromosfer adalah lapisan bagian atmosfer matahari yang memiliki suhu 4.500 kelvin dan memiliki ketebalan 2.000 kilometer.
      • Korona adalah lapisan luar matahari yang tidak terlalu memberikan energi panas karena korona memiliki suhu 1 juta kelvin serta memiliki ketebalan 700.000 km. Energi panas yang selalu dipancarkan matahari memungkinkan adanya kehidupan di bumi. Dan tanpa pemantulan cahaya matahari. Jadi kita tidak bisa melihat anggota-anggota lain dari tata surya hanya yang tampak saja seperti bintang, meteor dan komet.

      Lalu partikel-partikel di bagian tengah cakram akan saling menekan dan kemudian menimbulkan panas dan berpijar , dan bagian inilah yang akan menjadi matahari. Sementara itu bagian yang luar akan berputar sangat cepat sehingga akan terpecah-pecah membentuk gumpalan yang lebih kecil dan gumpalan kecil ini akan terikat dan kemudian membeku yang akan menjadi planet-planet.

    7. 3. Teori Nebule (Teori Kabut) oleh Immanuel Kant (1749-1827) dan Piere Simon de Laplace (1796)

      Menurut hasil penelitian para ahli ini tata surya melalui proses yaitu matahari dan planet berasal dari kabut yang berpijar yang terikat di dalam jagat raya. Karena berupa kabut yang berbentuk bulat seperti bola yang besar dan jika semakin bola itu mengecil akan semakin cepat putarannya.

      Lalu akibatnya bentuk bola tersebut mendekat pada kutubnya lalu melebar di bagian equatornya sehingga bagian massa dari kabut gas menjauh dari gumpalan intinya dan akan membentuk gelang-gelang pada sekeliling bagian utama kabut kemudian gelang-gelang tersebut akan membentuk gumpalan yang akan menjadi planet-planet dan satelit. Sedangkan bagian tengah yang masih berpijar akan selalu membentuk gas pijar yang disebut dengan matahari.

      Sistem Tata Surya

      Anggota Sistem Tata Surya

      Sebagian besar astronom yakin bahwa seluruh anggota tata surya dari matahari hingga asteroid yang paling kecil, terbentuk dari awan gas dan debu yang sangat besar dan berputar yang dinamakan nebula matahari. Proses ini diawali sekitar 5 miliar tahun yang lalu saat matahari mulai terbentuk. Planet-planet dan objek-objek lain terbentuk dari bahan-bahan yang tidak membentuk matahari.

      Sekitar 500 juta tahun kemudian, ketika pembentukan tata surya hampir selesai, hanya 0,002% nebula matahari awal yang tertinggal, selebihnya terlempar ke angkasa luar.

  • Copyright © - Website Indira Prajna Paramita

    Website Indira Prajna Paramita - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan